Makanan riil!?

Makanan riil!?

Display

(Flicker)

Display dari sebuah produk mempunyai peranan penting bagi calon pembeli untuk menentukan membeli atau tidak, termasuk produk makanan di restoran. Karena tidak mungkin mendisplay makanan asli, di Jepang sejak 1920an telah diciptakan “Display Makanan Tiruan” sebagai model contoh makanan, pada awalnya display ini terbuat dari parafin, dengan pertimbangan karakteristik tampilan warna sejak sekitar 1980an beralih ke plastik (Vinyl Chloride) sebagai material.

Di Jepang, di semua restoran modern atau traditional selalu ada display makanan tiruan yang dilengkapi harga dan sesuai dengan yang ada pada daftar menu. Ttidak hanya display makanan tiruan, di dalam restoran juga tersedia buku atau daftar menu yang dilengkapi dengan foto makanan. Dengan melihat display ini saja pembeli dapat memutuskan untuk membeli atau tidak, atau mencari pilihan di restoran lain sebelum memutuskan untuk memasuki restoran tersebut.

Display

(Flicker)

Dalam perkembangannya tidak hanya restoran dan toko kue di Jepang saja, di restoran Jepang yang tersebar di seluruh dunia memajang makanan tiruan ini. Bahkan beberapa restoran, cake shop maupun bakery shop non Jepang di beberapa negara termasuk Indonesia juga memajang display produk tiruan mereka untuk menarik perhatian calon pembeli.

Display

(Flicker)

Display makanan tiruan ini adalah ciri khas restoran Jepang, sehingga wajar apabila tourist asing yang datang ke Jepang ingin membawanya sebagai oleh-oleh atau souvenir khas yang menggambarkan Jepang. Kalau sebelumnya sebagai display restoran atau toko saja, saat ini di toko-toko souvenir tersedia berbagai varian display makanan khas Jepang tiruan seperti ramen, kare rice, sushi, tempura, sandwich, dessert ice cream, dan sebagainya, termasuk souvenir sebagai gantungan kunci dalam bentuk mini, bahkan display makanan tiruan sebagai dudukan hand phone.

Display

Display makanan tiruan adalah salah satu budaya Jepang khas yang menunjukkan sebuah kepastian, dan menjaga kepercayaan serta kehormatan pembeli. Bagaimana tidak, budaya Jepang yang satu ini cukup membatu pemasaran produk-produk dari sebuah restoran di luar Jepang dan bermanfaat sebagai referensi untuk pembeli. Kalau sebelumnya calon pembeli harus masuk ke restoran untuk melihat menu, tetapi ketika tidak sesuai keinginan, merasa enggan atau malu untuk keluar dan tidak membeli, dengan display ini pembeli mempunyai referensi untuk memutuskan.

Indah

Budayaカテゴリの最新記事

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.