Mengapa bukan tanda tangan, tetapi stempel nama ?

Mengapa bukan tanda tangan, tetapi stempel nama ?

 

name

Mengutip sumber:iriemeisyodo

Pengesahan atau validasi dokumen biasanya dilakukan dengan membubuhkan tanda tangan, dan stempel dari suatu organisasi. Di Jepang, masyarakat terbiasa menggunakan stempel nama pribadi dalam pengesahan atau validasi dokumen baik dokumen sehari-hari, maupun formulir resmi.

Stempel nama yang digunakan oleh masyarakat maupun organisasi di Jepang adalah sebuah seni kaligrafi huruf kanji di dalam sebuah lingkaran atau persegi ini terukir pada material kayu, plastic ataupun material lain seukuran lipstick yang disebut “Hanko”, Hanko ini ditempelkan pada bantalan kecil yang mengandung tinta warna merah yang disebut “Shuniku” dan dicapkan pada kolom tanda tangan pengesahan suatu dokumen berupa tanda stempel nama perorangan atau suatu organisasi yang disebut “Inkan”

name

Mengutip sumber:nippon

Mengapa masyarakat Jepang melakukan pengesahan atau validasi bukan dengan tanda tangan, tetapi dengan stempel nama? Stempel nama pertama kali hanya digunakan oleh Kaisar sebagai simbul kewenangan kekaisaran, dan para bangsawan mulai menggunakan stempel pribadi setelah tahun 750an, selanjutnya kaum Samurai juga mulai menggunakannya. Dan sejak 1870 stempel nama mulai digunakan secara umum oleh masyarakat luas sebagai stempel pribadi. Stempel nama juga digunakan oleh masyarakat di China, Tiawan, Korea. Tetapi stempel nama yang digunakan di Jepang mempunyai keunikan tersendiri.

Mengutip sumber:youtube

Masyarakat Jepang setidaknya mempunyai 4 stempel nama, yaitu :
“Ginkouin”, stempel nama berukuran tertentu yang didaftarkan di Bank, stempel ini digunakan untuk validasi transaksi di bank di atas 500.000 JPY.
“Jitsuin”, stempel nama resmi berukuran tertentu yang terdaftar di kantor catatan sipil atau badan yang berwenang, stempel ini digunakan untuk validasi dokumen yang sangat penting atau transaksi yang sangat besar, misalnya pembelian tanah, rumah, mobil, sertifikat pernikahan, kelahiran dan sebagainya.
“Mitomein”, stempel nama umum yang biasa digunakan sebagai validasi bahwa sudah membaca atau tanda tangan saat menerima kiriman, bergabung pada sebuah club, dan sebagainya.
“Sanmonban”, stempel nama harian, sebagai alternative Mitomein bahkan tersedia di toko serba 100Yen, stempel dari material karet berukuran kecil yang terbuilt up dengan tinta.

name

Mengutip sumber:learnjapanese123

Stempel nama pribadi atau sebuah organisasi di Jepang mempunyai peranan dan fungsi yang sama dengan tanda tangan di negara di luar Jepang, yaitu sebagai tanda pengesahan atau validasi dan legalitas suatu dokumen atau transaksi. Stempel nama ini juga sangat menarik perhatian orang asing di Jepang, sehingga saat ini tidak hanya dalam kaligrafi huruf Kanji saja tetapi dengan Katakana bahkan Alfabet..

Indah

Budayaカテゴリの最新記事

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.